Langkah-Langkah Pelaksanaan Sistem Keamanan



Langkah-langkah utama pelaksanaan Program keamanan yaitu (lihat gbr.6.2):
Persiapan Rencana Pekerjaan (Preparation of a Project Plan)
Perencanaan proyek untuk tinjauan kemanan mengikuti item sebagai berikut:
a. Tujuan Review
b. Ruang Lingkup (Scope) Review
c. Tugas yang harus dipenuhi
d. Organisasi dari Tim Proyek
e. Sumber Anggaran (Pendanaan) dan
f. Jadwal untuk Menyelesaikan Tugas
Identifikasi Kekayaan (Identification of asset)
Katagori asset :
a. Personnel (end users, analyst, programmers, operators, clerks, Guards)b. Hardware (Mainfarme, minicomputer, microcomputer, disk, printer,
communication lines, concentrator, terminal)
c. Fasilitas (Furniture, office space, computer rrom, tape storage rack)
d. Dokumentasi (System and program doc.,database doc.,standards plans,
insurance policies, contracts)
e. Persediaan (Negotiable instrument, preprinted forms, paper, tapes, cassettes)
f. Data/Informasi (Master files, transaction files, archival files)
g. Software Aplikasi (Debtors, creditors, payroll, bill-of-materials, sales, inventory)
h. Sistem Software (Compilers, utilities, DBMS, OS, Communication Software,
Spreadsheets)
Penilaian Kekayaan (Valuation of asset)
Langkah ke tiga adalah penilaian kekayaan, yang merupakan langkah paling sulit. Parker
(1981) menggambarkan ketergantungan penilaian pada siapa yang ditanya untuk
memberikan penilaian, cara penilaian atas kekayaan yang hilang (lost), waktu periode
untuk perhitungan atas hilangnya kekayaan, dan umur asset. Lihat gbr. 6.3:

Identifikasi Ancaman-ancaman (Threats Identification)
Lihat gbr. 6.4 Lapisan jenis ancaman aset SI





















Sumber ancaman External :
1. Nature / Acts of God
2. H/W Suppliers
3. S/W Suppliers
4. Contractors
5. Other Resource Suppliers
6. Competitors (sabotage, espionage, lawsuits, financial distress through
fair or unfair competition)
7. Debt and Equity Holders
8. Unions (strikes, sabotage,harassment)
9. Governmnets
10. Environmentalist (Harassment (gangguan), unfavorable publicity)
11. Criminals/hackers (theft, sabotage, espionage, extortion)
Sumber ancaman Internal :
1. Management, contoh kesalahan dalam penyediaan sumber daya, perencanaan
dan control yang tidak cukup.
2. Employee, contoh Errors, Theft (pencurian), Fraud (penipuan), sabotase,
extortion (pemerasan), improper use of service (penggunaan layanan yg tidak
sah)
3. Unreliable system, contoh Kesalahan H/W, kesalahan S/W, kesalahan fasilitas.
Penilaian Kemungkinan Ancaman (Threats LikeIihood Assessment)
Contoh, perusahaan asuransi dapat menyediakan informasi tentang kemungkinan
terjadinya kebakaran api dalam satu waktu periode tertentu.
Analisis Ekspose (Exposures analysis)
Tahap analisis ekspose terdiri dari 4 tugas yaitu :
1. Identification of the controls in place
2. Assessment of the reliability of the controls in place
3. Evaluation of the likelihood that a threat incident will be successful
4. Assess the resulting loss if the threat is successful
Lihat gbr. 6.5. Tugas utama tahap analisis ekspose dan gbr.5.6. Ancaman, keandalan
kontrol, cakupan control, dan ekspose




Sistem Informasi yang Harus Dilindungi Melalui Sistem Keamanan


Aset Sistem Informasi yang harus di lindungi melalui sistem keamanan dapat
diklasifikasikan menjadi 2 yaitu (lihat gbr. 6.1):
1. Aset Fisik, meliputi:
a. Personnel
b. Hardware (termasuk media penyimpanan, dan periperalnya)
c. Fasilitas
d. Dokumentasi dan
e. Supplies

2. Aset Logika, meliputi:
a. Data / Informasi dan
b. Sofware (Sistem dan Aplikasi)

Profesi IT - Pengantar Telematika


Definisi Analis Sistem:

Sistem Analis adalah seseorang yang bertanggung jawab atas penelitian, perencanaan, pengkoordinasian, dan merekomendasikan pemilihan perangkat lunak dan sistem yang paling sesuai dengan kebutuhan organisasi bisnis atau perusahaan. Analis sistem memegang peranan yang sangat penting dalam proses pengembangan sistem. Seorang analis sistem harus memiliki setidaknya empat keahlian: analisis, teknis, manajerial, dan interpersonal (berkomunikasi dengan orang lain).
Kemampuan analisis memungkinkan seorang analis sistem untuk memahami perilaku organisasi beserta fungsi-fungsinya, pemahaman tersebut akan membantu dalam mengidentifikasi kemungkinan terbaik serta menganalisis penyelesaian permasalahan. Keahlian teknis akan membantu seorang analis sistem untuk memahami potensi dan keterbatasan dari teknologi informasi. Seorang analis sistem harus mampu untuk bekerja dengan berbagai jenis bahasa pemrograman, sistem operasi, serta perangkat keras yang digunakan. Keahlian manajerial akan membantu seorang analis sistem mengelola proyek, sumber daya, risiko, dan perubahan. Keahlian interpersonal akan membantu analis sistem dalam berinteraksi dengan pengguna akhir sebagaimana halnya dengan analis, programer, dan profesi sistem lainnya.
Analis sistem bisa pula menjadi perantara atau penghubung antara perusahaan penjual perangkat lunak dengan organisasi tempat ia bekerja, dan bertanggung jawab atas analisis biaya pengembangan, usulan desain dan pengembangan, serta menentukan rentang waktu yang diperlukan. Analis sistem bertanggung jawab pula atas studi kelayakan atas sistem komputer sebelum membuat satu usulan kepada pihak manajemen perusahaan.
Pribadi Sistem Analis:                                                                                        
- Mampu bekerja sama, Mampu berkomunikasi dengan baik.
- Mempunyai sopan santun dan Mempunyai pendirian yang tegas.
- Mampu bersikap dewasa.
- Mampu bersikap tegas.
- Dapat bertindak secara metodik.
- Dapat bersikap akurat dalam memperhitungkan biaya-biaya.
- Mempunyai sifat kreaktif.

Kemampuan yang dimiliki Sistem Analis:
– Memahami organisasi
– Keahlian memecahkan masalah
– Pemahaman sistem, untuk melihat organisasi dan sistem informasi sebagai sebuah sistem.
– Memahami potensi dan limitasi dari suatu teknologi

Keahlian Managerial:
– Kemampuan untuk mengatur proyek, sumber daya
– resiko dan perubahan.

Tanggung Jawab Sistem Analis:
- Pengambilan data yang efektif dari sumber bisnis
- Aliran data menuju ke komputer
- Pemrosesan dan penyimpanan data dengan komputer
- Aliran dari informasi yang berguna kembali ke proses bisnis dan penggunanya

Langkah Kerja Sistem Analis:
-    Tahap Mengidentifikasikan masalah kebutuhan user
-    Tahap Melaksanakan studi kelayakan
-    Tahap Analisis dan rancang sistem
-    Tahap Penerapan sistem
-    Tahap Evaluasi dan pemeliharaan

Fungsi Sistem Analis:
- Mengidentifikasikan masalah-masalah dari pemakai/ user
- Menyatakan secara spesifikasi sasaran yang harus dicapai untuk memenuhi kebutuhan user
- Memilih alternatif-alternatif metode pemecahan masalah
- Merencanakan dan menerapkan rancangan sistemnya sesuai dengan permintaan user

Tugas-Tugas Umum Sistem Analis:
- Mengumpulkan dan menganalisis formulir, dokumen, file yang berkaitan dengan sistem yang berjalan
- Menyusun dan menyajikan laporan perbaikan (rekomendasi) dari sistem yang berjalan kepad user
- Merancang suatu sistem perbaikan dan mengidentifikasikan aplikasi-aplikasi untuk penerapan pada komputer
- Menganalisis dan menuyusun biaya-biaya dan keuntungan dari sistem yang baru
- Mengawasi semua kegiatan dalam penerapan sistem yang baru

Tugas-Tugas Teknik Sistem Analis:
- Menyiapkan gambaran kerja dalam menerapkan sistem baru
- Menyusun prosedur-prosedur untuk pengawasan
- Menyusun data flow diagaram (DFD), Structured Analysis and Design
- Technique (SADT), dan sistem flow diagram untuk merancang sistem baru secara detail.
- Merancang pola pengawasan terhadap data yang bersifat sangat penting
- Menyusun file-file untuk digunakan dalam komputer, agar sistem baru dapat berjalan efektif
- Merancang bentuk Output dan Input agar memudah dibaca oleh user
- Menyusun dokumentasi tentang pekerjaan yang dilakukan oleh sistem analis dalam merancang sistem yang baru.



Refference :
erlinwin.files.wordpress.com/2012/03/sistem-analis.pptx
http://irwanefendi.wordpress.com/pengertian-analis/